Harian Suluh, Pelalawan- Kejadian naas tewasnya 3 balita dan 12 penumpang masih dalam pencarian yang diakibatkan oleh Kecelakaan mobil cold diesel PT Nusa Warna Raya ( NWR) pengangkut karyawan yang terpersosok disungai Segati kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan mendapat perhatian dari pelbagai pihak salah satunya datang dari Jaka Endang ketua Sentral Gerakan Pemuda Pelalawan.
" Insiden yang terjadi kearin merupakan sebuah kelalaian yang sudah dibiarkan oleh Dinas Perhubungan soal angkutan orang, mestinya mengutukm tidak di perbolehkan lagi memakai amngkutan terbuka seperti itu untuk mengangkut karyawan, insiden ini sebagai cerminan dishub tidak becus dalam menertipkan yang seperti ini. Harus dicek ini perusahaan penyedia nya?" Ungkap Jaka Endang geram, Minggu (23/02/25).
Lanjut JE, Perusahaan NWR juga harus mentaati aturan agar tidak terkesan perusahaan kebal hukum.
"Ini perusahaan tidak mematuhi aturan terkait angkutan orang , mereka tidak menganggap pekerja itu sebagai manusia di samakan dengan mengangkut binatang kalau seperti itu sama dengan angkutan sapi, kerbau dan kambing, saya kira dengan kejadian semua perusahaan harus mengikuti aturan dalam operasional nya kita pertanyakan juga standar Perusahaan ini banyk kita temui di lapangan" Tambah Jaka Endang.
Terakhir Jaka Endang juga meminta perusahaan bertanggung jawab atas kejadian yang terjadi.
"Kami mendapati berita kejadian ini lansung merespon dan mendiskusikan bahwa ini sebuah peristiwa yang sangat tidak manusiawi sehingga menimbulkan korban. Kami atas nama Sentral Gerakan Pemuda Pelalawan keras kejadian ini mintak pihak perusahaan bertanggung jawab. Sesuai dengan aturan yang berlaku dan pemerintahan harus memberikan sangsi tegas terhadap perusahaan" Tutup Endang.
Sementara itu kepala dinas perhubungan kabupaten Pelalawan, Ferry Zulkarnain FB
menyampaikan bahwa perusahaan NWR tidak pernah mengurus izin pengangkutan penumpang.
"Seharusnya moblil angkat barang tidak di benarkan untuk angkut orang, kalaupun mau di pergunakan untuk angkut orang wajib urus izin dulu ke D87ishub karena harus ada standar keselamatan yang harus dilengkapi" Ujar Fery.
Fery menambahkan puhaknya sudah sering melakukan razia namun perusahaan nakal tetap ada.
"Dari Dishub sudah melakukan Razia di jalan akan tetapi banoyak juga yang melanggar, kalau ketangkap saat razia kita tetap lakukan penilangan" Ujar Fery.
Saat Harian Suluh menanyakan langkah yang diambil oleh dishub terhadap PT NWR namun Fery tidak lagi menjawab pertanyaan.
Sementara itu Andika humas PT NWR saat dikonfirmasi melalui nomor whatshap, namun nomor yang bersangkutan tidak aktif.***abay_21
#nwr