Harian Suluh- Forum Aktivis Riau (FAR) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta hari ini. Aksi ini bertujuan untuk mendesak KPK segera mengusut tuntas kasus dugaan korupsi yang melibatkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pelalawan. Para aktivis yang tergabung dalam FAR menuntut lembaga antikorupsi tersebut untuk melakukan penyelidikan mendalam terkait Kasus dugaan korupsi penggunaan dana hibah BAZNAS Pelalawan yang melibatkan anggaran lebih dari Rp 2,5 miliar, tahun 2022 dan 2023.
Aksi dimulai pukul 10.00 WIB, dihadiri oleh puluhan aktivis, mereka juga menuntut transparansi serta akuntabilitas dalam pengelolaan zakat. Selain itu juga penyalahgunaan wewenang penyaluran dana bantuan untuk orang miskin yang nilainya ditaksir mencapai Rp 3.000.000.000 (3 Milyar rupiah) pada tahun 2023/2024.Terkait pembangunan Z Park.
Edo Syam, salah satu orator dalam aksi tersebut, menyatakan bahwa kasus ini merupakan bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan masyarakat yang telah menyalurkan zakat melalui BAZNAS.
"Kami meminta KPK turun tangan untuk mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan dana zakat di Kabupaten Pelalawan. Kami tidak ingin BAZNAS menjadi sarana bagi oknum-oknum tertentu untuk memperkaya diri," tegas Edo dalam orasinya.
Selain itu, para aktivis juga menuntut agar KPK memberikan perhatian serius terhadap transparansi dan pengawasan lembaga-lembaga yang mengelola dana zakat. Mereka khawatir jika tidak ada tindakan tegas, praktik-praktik korupsi serupa akan terus terjadi di berbagai daerah.
Aksi tersebut berlangsung damai dan mendapat pengamanan ketat dari pihak kepolisian. FAR berharap, melalui aksi ini, KPK dapat segera mengungkap dugaan korupsi yang terjadi di BAZNAS Kabupaten Pelalawan untuk memastikan keadilan dan kebaikan bagi umat.
FAR juga menyatakan komitmennya untuk melakukan aksi serup jika tuntutannya tidak segera dipenuhi.
H. Karmani saat dikonfirmasi mengatakan tidak mengetahui ada aksi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di jakarta dan dirinya baru berkomunikasi sudah melakukan komunikasi dengan bagian umum pemerintah Pelalawan.
"Saya betul tidan tau, kenal satu pun tidak.
Tadi sudah saya komunikasikan dengan bagian umum, Beliau baru cari tau, kalau saya tidak ada masalah, kemarin juga sudah diperiksa kejaksaan, & kepolisian" Terang Kamani.
Karmani juga terkesan arogan dan emosi saat menjawab pertanyaan yang dilayangkan oleh Harian Suluh yang menyebut aksi dilakukan di kantor KPK Jakarta.
"Oo...mantap juga saya pingin tau juga siapa mereka ? apakah pernah bayar zakat ? kalau tidak, halal darahnya" Tulis Karmani.
Harian Suluh menanyakan arti dari halal darahnya itu bermaksud apa dirinya mengatakan terbawa emosi.
"Maaf, terbawa emosi saya, lupa puasa" Tulis Karmani sembari memberikan stiker Salam meminta maaf.***tim
#pelalawan #KPK #basnaz