Hukum Jangan Tumpul ke Tambang Liar! Romi Sinaga Tantang Aparat Bersihkan Galian C Ilegal di Kampar

Hukum Jangan Tumpul ke Tambang Liar!  Romi Sinaga Tantang Aparat Bersihkan Galian C Ilegal di Kampar

KAMPAR , WR — Debu tambang beterbangan, jalan hancur, lingkungan tercabik. Di balik kerusakan yang kian nyata di Tapung, keberanian penegakan hukum kini dipertaruhkan. Direktur Operasional PT Petala Bumi Makmur, Romi Sinaga, angkat suara dengan nada keras: negara tak boleh kalah oleh tambang ilegal.

Menurut Romi, praktik Galian C ilegal di wilayah Kampar bukan lagi isu administratif, melainkan bentuk pembangkangan terang-terangan terhadap hukum. Ia menilai pembiaran hanya akan mempertebal kesan bahwa ada kekuatan tak tersentuh di balik aktivitas tersebut.

“Tangkap pemilik Galian C ilegal. Periksa titik koordinat izinnya. Kalau tidak sesuai, tutup dan proses hukum. Jangan setengah-setengah!” tegas Romi.

Ia menegaskan, perusahaan yang beroperasi legal dan taat pajak tidak boleh terus menjadi korban akibat ulah oknum tambang liar. Negara, kata dia, wajib hadir melindungi pelaku usaha yang patuh, bukan justru membiarkan mereka terseret dalam lumpur ketidakadilan.

“Kami berusaha sesuai prosedur, bayar pajak, patuh aturan. Jangan karena oknum tambang nakal, yang legal ikut dihantam. Ini tidak adil!”

Romi bahkan menantang aparat untuk bertindak tanpa kompromi. Ia mendesak Kepolisian Daerah Riau, Kepolisian Resor Kampar, dan Kepolisian Sektor Tapung agar tidak hanya memasang baliho peringatan, tetapi benar-benar menutup dan memproses seluruh tambang ilegal hingga ke akar-akarnya.

“Tutup semua tambang ilegal di Kampar! Proses juga pembeli dan penampungnya. Kalau rantainya tidak diputus, praktik ini tidak akan pernah berhenti.”

Baginya, persoalan ini bukan semata soal galian tanah dan batu. Ini tentang wibawa hukum. Tentang apakah aparat berani berdiri di sisi aturan atau membiarkan hukum terkubur bersama debu tambang.

Kerusakan jalan yang parah dan dugaan operasi di luar koordinat izin menjadi bukti bahwa pengawasan tak boleh lagi bersifat formalitas. Publik tidak butuh seremoni. Publik butuh tindakan.

Kini sorotan tajam tertuju pada aparat. Apakah hukum akan ditegakkan tanpa pandang bulu? Atau justru kembali tumpul ketika berhadapan dengan kepentingan tertentu?

Tapung sedang menguji nyali penegak hukum. Dan suara Romi Sinaga hari ini adalah alarm keras:

jangan biarkan Kampar menjadi simbol kekalahan negara di hadapan tambang ilegal.***MDn

#Galian C Kampar #Tambang Ilegal Kampar