Dumai — Di saat banyak kebijakan publik kerap dipersepsikan jauh dari denyut empati, Pemerintah Kota Dumai justru menghadirkan wajah negara yang berbeda. Melalui Konser Amal Kemanusiaan Peduli Sumatera dan Palestina yang menghadirkan grup band Wali, Pemko Dumai menunjukkan bahwa negara dapat hadir bukan hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai penggerak solidaritas kemanusiaan.
Konser amal tersebut bukan sekadar hiburan massal. Ia menjelma menjadi ruang kolektif tempat pemerintah, pemuda, dan masyarakat bertemu dalam satu tujuan: menyalurkan empati menjadi aksi nyata. Hasilnya, donasi yang terkumpul menembus angka lebih dari Rp1 miliar, sebuah capaian yang menegaskan masih kuatnya modal sosial masyarakat Dumai ketika ruang partisipasi dibuka secara luas.
Antusiasme publik yang memadati kegiatan ini menjadi sinyal kuat bahwa agenda kemanusiaan akan selalu menemukan tempat di hati masyarakat, selama dijalankan secara inklusif, transparan, dan bermakna. Di titik inilah kepercayaan publik bertumbuh bukan melalui retorika, melainkan lewat tindakan konkret.
Di tengah momentum tersebut, pemuda Dumai melalui Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menegaskan posisinya. Bukan sebagai penonton, apalagi pelengkap acara, tetapi sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengawal agenda-agenda sosial agar tetap berada pada rel kepentingan kemanusiaan.
Ketua DPD KNPI Kota Dumai, Nanda Aulia Rahmat, menyebut kehadiran KNPI dalam konser amal ini merupakan bentuk tanggung jawab moral pemuda terhadap arah kebijakan publik yang menyentuh kepentingan masyarakat luas.
Sebagai wujud komitmen tersebut, KNPI Dumai turut menyerahkan donasi sebesar Rp10 juta. Menurut Nanda, kontribusi ini bukan semata soal nominal, melainkan simbol sikap politik pemuda: mendukung kebijakan yang berpihak pada kemanusiaan, sekaligus memastikan pelaksanaannya berjalan secara akuntabel.
“Ketika pemerintah hadir dengan kebijakan yang berpihak pada nilai kemanusiaan, pemuda wajib mendukung. Namun dukungan itu harus disertai tanggung jawab untuk mengawal agar pengelolaannya benar-benar tepat sasaran,” tegas Nanda.
Ia menilai capaian donasi lebih dari Rp1 miliar merupakan modal sosial yang sangat besar bagi Pemerintah Kota Dumai. Modal tersebut, kata dia, harus dijaga dengan tata kelola yang terbuka dan transparan agar tidak mencederai kepercayaan publik yang telah dibangun.
Lebih jauh, Nanda menegaskan bahwa KNPI Dumai siap mengambil peran lebih aktif sebagai mitra strategis pemerintah dalam agenda sosial, kepemudaan, dan kemanusiaan, tanpa kehilangan fungsi kontrol sosial yang menjadi ruh gerakan pemuda.
“Dukungan pemuda kepada pemerintah tidak boleh membutakan. Justru dengan posisi sebagai mitra strategis, KNPI ingin memastikan setiap kebijakan sosial benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Konser amal kemanusiaan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara negara, pemuda, dan masyarakat bukan sekadar jargon. Dengan donasi lebih dari Rp1 miliar yang berhasil dihimpun, publik kini menaruh harapan besar agar semangat kemanusiaan ini terus berlanjut dalam kebijakan yang berkesinambungan dan berpihak pada nilai-nilai keadilan sosial.
Bagi pemuda Dumai, pesan itu tegas dan tak terbantahkan: ketika negara hadir untuk kemanusiaan, pemuda tidak boleh diam mengawal adalah kewajiban sejarah.***MDn
#KNPI Kota Dumai #Konser Amal Dumai #Kota Dumai