Harian Suluh- Rokan Hulu Pemimpin baru, dengan segala euforia dan harapan, seharusnya menyadari bahwa perubahan yang dibutuhkan di Rokan Hulu bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan manusia, kebijakan yang lebih adil, dan pengelolaan yang berkelanjutan dari sumber daya alam. Harapan masyarakat Rokan Hulu adalah untuk merasakan manfaat nyata dari tanah yang mereka pijak, merasakan kemakmuran yang seharusnya mereka dapatkan, tanpa harus mengorbankan alam yang memberi mereka kehidupan.
Dalam euforia sambutan terhadap pemimpin baru, kita sering terjebak dalam ilusi bahwa perubahan yang dijanjikan akan membebaskan kita dari belenggu kesulitan. Namun, di balik sorak-sorai itu, kehidupan semakin mencekik, perlahan-lahan mengikat kita dalam dilema yang lebih dalam. Seperti angin yang membisikkan janji-janji manis, kita mungkin terlalu cepat terbuai, tanpa menyadari bahwa inti dari perubahan bukanlah dalam wajah baru, tetapi dalam keberanian untuk mengubah struktur yang telah lama membelenggu.
Pemimpin baru datang dengan retorika yang memikat, namun di balik kata-kata itu, kita masih berjuang dalam kegelapan yang sama. Seolah kita dipaksa untuk percaya bahwa perubahan itu sudah nyata, meski kenyataannya, beban kehidupan kita justru semakin berat. Apa yang terabaikan dalam kegembiraan ini adalah fakta bahwa kebebasan sejati tidak datang dari pergantian wajah, tetapi dari transformasi sistem yang lebih mendalam yang mampu meretas ketidakadilan dan memberi ruang bagi kesejahteraan yang sejati.
Kita terjebak dalam lingkaran harapan yang selalu tertunda, seolah kehidupan yang semakin mencekik adalah harga yang harus dibayar untuk setiap janji yang tidak kunjung terwujud. Dalam kebisingan euforia, kita lupa untuk bertanya: apakah pemimpin baru ini mampu melihat kenyataan kita yang sesungguhnya, ataukah ia hanya menjadi bagian dari permainan lama yang tak pernah usai? Hanya dengan kesadaran kolektif dan pemahaman yang mendalam tentang hakikat perubahan, kita bisa membuka jalan menuju kebebasan yang sejati di mana hidup tidak lagi terperangkap dalam siklus yang menekan, tetapi menjadi ruang yang memberi harapan bagi setiap jiwa yang hidup di dalamnya.
Catatan Harian
Habza Jusbil Aktro
Mahasiswa Magister Kebijakan Publik dan Governansi
Universitas Indonesia
#riau #rohul