KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Kuansing Desver Librian, Dalami Pengembangan Kasus Dugaan Suap Jabatan

KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Kuansing Desver Librian, Dalami Pengembangan Kasus Dugaan Suap Jabatan

TELUK KUANTAN, Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggeledah sejumlah lokasi di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, dalam pengembangan penyidikan perkara dugaan suap pengisian jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi.

Salah satu lokasi yang digeledah adalah rumah pribadi anggota DPRD Kuansing, Desver Librian, di Desa Pulau Lancang, Kecamatan Benai, pada senin (6/7/2026).

Proses penggeledahan berlangsung sekitar pukul 14.40 WIB hingga 17.00 WIB dengan pengawalan aparat kepolisian bersenjata lengkap.

Seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya mengaku sempat terkejut melihat kedatangan rombongan penyidik KPK bersama aparat kepolisian. Setelah mengetahui tujuan kedatangan tersebut, warga hanya menyaksikan jalannya penggeledahan dari sekitar lokasi.

Desver Librian atau Vea merupakan anggota DPRD Kuansing periode 2024–2029 dari Fraksi Gerindra. Ia juga menjabat sebagai Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Kuantan Singingi periode 2023–2027.

Sejak operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 29 Juni 2026, keberadaan Desver menjadi perhatian publik karena tidak lagi terlihat menjalankan aktivitas kedewanan. Namun hingga kini, KPK belum menyampaikan keterangan resmi mengenai status hukum maupun keterkaitan Desver dalam perkara yang sedang disidik.

Sebelumnya, penyidik KPK juga menggeledah kantor Bupati Kuansing, rumah dinas bupati, rumah Ketua DPRD Kuansing, rumah dinas Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kuansing, serta sejumlah lokasi lain yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan penyidik masih melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi.

Penyidik masih melaksanakan penggeledahan di sejumlah lokasi. Kami akan memperbarui perkembangannya," ujar Budi.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka, yakni Suhardiman Amby, Zulkarnain, dan Ardiles.

Berdasarkan konstruksi perkara yang dipaparkan KPK, Ardiles diduga meminjamkan identitasnya untuk pengajuan kredit pembelian kendaraan mewah yang diduga digunakan sebagai bagian dari pemberian kepada Suhardiman Amby dalam perkara dugaan suap pengisian jabatan. Sebagai imbalannya, perusahaan yang dipimpin Ardiles diduga memperoleh sejumlah proyek pemerintah di Kuansing dengan total nilai sekitar Rp2,1 miliar.

Dalam pengembangan penyidikan, sejumlah sumber yang mengetahui jalannya perkara menyebut penyidik juga tengah menelusuri pola perolehan proyek pemerintah yang dikerjakan perusahaan milik Ardiles selama beberapa tahun terakhir.

Sumber tersebut menyebut perusahaan Ardiles kerap memperoleh paket pekerjaan sejak Zulkarnain menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR Kuansing. Kondisi itu, menurut sumber, sempat menjadi perhatian sejumlah kontraktor lokal karena perusahaan tersebut dinilai cukup sering memenangkan proyek pemerintah.

Sumber yang sama juga mengklaim Desver Librian memiliki kedekatan dengan Ardiles dan diduga berperan dalam memperkenalkan pengusaha tersebut kepada sejumlah pihak di Kuansing. Namun, hingga kini KPK belum memberikan pernyataan resmi mengenai informasi tersebut maupun apakah hal itu menjadi bagian dari materi penyidikan.

Sumber lain yang mengetahui proses penyidikan juga menyebut nama Dokter Ukup pernah muncul dalam proses pendalaman perkara. Dokter Ukup diketahui merupakan salah satu peserta seleksi Sekretaris Daerah Kuansing yang bersaing dengan Zulkarnain. Meski demikian, KPK tidak pernah mengungkap isi pemeriksaan saksi maupun mengonfirmasi bahwa keterangan Dokter Ukup menjadi dasar pengembangan perkara.

KPK juga belum menjelaskan apakah penggeledahan di rumah Desver Librian berkaitan dengan penelusuran aliran proyek, dugaan keterlibatan pihak lain, atau pengembangan peran para tersangka yang telah ditetapkan.

Hingga berita ini diterbitkan, penyidik belum mengungkap barang bukti yang disita dari rumah Desver Librian maupun mengumumkan adanya tersangka baru dalam perkara dugaan suap pengisian jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi. (*)

#riau #Kuansing #KPK #usuttuntas