Harian Suluh, Pelalawan- Keberadaan Jembatan Timbang untuk mobil pengangkut barang muatan yang terletak di Jalan Lintas Timur, Desa Terantang Manuk, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, sudah puluhan tahun lamanya dibangun namun hingga hari ini bangunan tersebut tidak difungsikan. Meskipun sempat beroperasi sebentar, fasilitas tersebut kini terbengkalai, menyebabkan kendaraan dengan muatan berlebih (over tonase) bebas melintas tanpa pengawasan. Akibatnya, kondisi jalan semakin rusak dan membahayakan para pengguna jalan.
Menyikapi kondisi ini, seorang tokoh pemuda pelalawan Nolis Hadis SH mencoba mencari kejelasan dengan mendatangi Balai Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Cabang Provinsi Riau-Kepri, Rabu (5/3/2025).
Nolis mempertanyakan alasan mengapa Jembatan Timbang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) di Desa Terantang Manuk tidak difungsikan selama bertahun-tahun.
"Ambo minta kejelasan. Kenapa jembatan timbang dibangun dengan uang negara yang intinya uang rakyat dengan jumlah yang tidak sedikit untuk kepentingan masyarakat, tapi tidak diurus. Dibiarkan terbengkalai. Jalan rusak, rawan kecelakaan. Masyarakat rugi negara juga rugi, sekarang bangunan tersebut malah jadi sarang hantu dan tempat anak muda pacaran "ungkap Nolis Hadis SH.
Lanjut Nolis, yang saat ini menjabat sebagai ketua umum Komite Pemuda Pelalawan (KPP) dari hasil kunjungan ke Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Riau, diketahui bahwa kewenangan pengoperasian jembatan timbang tersebut berada di bawah Kementerian Perhubungan.
"Namun, ketika mendatangi kantor Kemenhub, diperoleh informasi bahwa hingga kini belum ada serah terima dari daerah kepada pihak kementerian, dan setelah konfirmasi dengan kadis Perhubungan Pelalawan mendapat jawaban bahwa Pemerintah Pelalawan tidak mau menyerahkan asetnya karna merasa rugi Pemkab tidak dapat PAD kalau dikelola kemenhub saja tanpa melibatkan dishub daerah.
"Lah, kenapa ini. Apakah ada permainan,
Sampai saat ini masih blunder, tapi inshaallah persoalan ini akan terus saya kejar sampai ada titik terang dan Jembatan Timbang ini bisa difungsikan kembali,” kata Nolis, SH dengan penuh tekad.
Ia menegaskan bahwa jika jembatan timbang ini berfungsi sebagaimana mestinya, maka kendaraan yang melebihi kapasitas tidak akan bebas melintas, sehingga kondisi jalan dapat lebih terawat. Hal ini tentu akan mengurangi risiko kecelakaan akibat jalan yang berlubang dan rusak.
“Kasihan masyarakat yang sudah taat membayar pajak, tetapi justru mendapatkan fasilitas jalan yang rusak dan membahayakan keselamatan mereka,” tambahnya.
Harapannya, pemerintah segera mengambil langkah konkrit untuk mengaktifkan kembali Jembatan Timbang Terantang Manuk, agar jalan tetap terjaga dan keselamatan pengguna jalan lebih terjamin.
" Kini, masyarakat menunggu aksi nyata dari pihak berwenang untuk memperbaiki kondisi ini" Tutup Nolis, SH. ***rls/abay_21
#timbangan