SELATPANJANG – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15, Organisasi Masyarakat (Ormas) GRIB Jaya Indonesia melalui Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kepulauan Meranti menggelar aksi reboisasi mangrove dan bakti sosial di Jalan Sungai Niur, Desa Sesap, Kecamatan Tebing Tinggi, Minggu (10/5/2026).
Kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi antara DPC GRIB Jaya Kepulauan Meranti, Laskar Muda Melayu Riau (LM2R), Kelompok Perhutanan Sosial Koperasi Bumi Mangrove Sejahtera, serta KOPGRABKT Jaya Meranti.
Dalam kegiatan itu, panitia melakukan penanaman puluhan ribu bibit mangrove sebagai upaya menjaga kelestarian kawasan pesisir dan ekosistem hutan bakau. Selain itu, ratusan paket sembako juga dibagikan kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap warga pesisir.
Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti, Sudandri Jauzah, S.H., menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Meski belum dapat hadir secara langsung, ia menilai langkah kolaboratif itu menjadi contoh sinergi positif dalam menjaga lingkungan sekaligus memperhatikan kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah daerah terus berupaya mewujudkan Kepulauan Meranti yang sejahtera. Terkait pengelolaan mangrove, meski bersinggungan dengan aturan kehutanan yang kini menjadi kewenangan pusat dan provinsi, kami menilai prinsip keseimbangan hak dan kewajiban yang disampaikan rekan-rekan ormas sangat relevan,” ujarnya melalui pesan singkat.
Sudandri juga menegaskan pentingnya membangun kesamaan persepsi antara pemerintah, pengusaha, aparat penegak hukum, serta masyarakat dalam pengelolaan kawasan mangrove secara berkelanjutan.
Ketua DPC GRIB Jaya Kepulauan Meranti, Jami’an, S.M., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian organisasi terhadap kelestarian lingkungan melalui konsep pembangunan berkelanjutan atau sustainable development.
“Kita perlu melakukan konservasi dengan tetap mempertimbangkan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada fungsi hutan mangrove,” kata Jami’an.
Sementara itu, Ketua LM2R, Jefrizal, menyoroti persoalan regulasi yang selama ini dirasakan para pekerja arang bakau. Menurutnya, skema Perhutanan Sosial diharapkan dapat menjadi solusi agar masyarakat tetap memiliki sumber penghidupan tanpa melanggar aturan hukum.
Hal senada disampaikan perwakilan Koperasi Bumi Mangrove Sejahtera, Asnawi Nazar, dan perwakilan buruh KOPGRABKT Jaya Meranti, R. Antoni. Keduanya berharap pemerintah segera menghadirkan solusi konkret terkait pengelolaan hutan mangrove karena menyangkut kebutuhan ekonomi masyarakat.
Dukungan terhadap kegiatan itu juga datang dari Arman Saputra, Konsultan LPB-BDS P Kementerian Koperasi dan UMKM RI. Ia mengucapkan selamat atas HUT ke-15 GRIB Jaya dan berharap organisasi tersebut terus mendukung program pemerintah dalam pemanfaatan hutan sosial berbasis ekonomi kerakyatan.
“Sudah saatnya pemerintah membuka ruang lebih luas bagi masyarakat melalui studi kelayakan yang komprehensif, baik dari aspek hukum, produksi, maupun lingkungan, demi keberlangsungan ekonomi yang berkeadilan,” tutupnya.(Bom)
#Pemprov Riau #Meranti #mang