Harian Suluh- Seorang pekerja Hutan Tanaman Industri (HTI) diketahui bernama Yafao Zebua (50) di Kabupaten Pelalawan tewas diterkam Harimau Sumatera pada Kamis (13/3/2025) malam pekan lalu.Korban merupakan pekerja sebagai perawat tanaman HTI akasia di pabrik kertas terbesar di Asia yang beroperasi di Pangkalan Kerinci.
Menurut sumber, pria paruh baya itu diserang harimau Sumatera di areal hutan dekat dengan konsesi perusahaan HTI di TPK 16 Estate Pelalawan, Kecamatan Pelalawan.
Dari rilis yang diterima, korban mengalami sejumlah luka di kepala, badan, dan kaki akibat serangan binatang buas tersebut yang kemudian merenggut nyawanya.
BKSDA Riau Tutupi Wilayah HTI Perusahaan
Tim media mencoba menggali informasi lebih dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pelalawan dan Riau. Namun belum ada keterangan apapun yang bisa di kutip dari lembaga yang menangani satwa dilindungi itu.
" Saya belum tau informasinya, karena kami sekarang dibagi beberapa titik, itu di Teluk Meranti, itu," ujar Azwir kepada Persadariau, Kamis (20/3/2025).
Hal senada juga disampaikan BKSDA Riau, Ujang ketika menjawab konfirmasi Persadariau. Ia menerangkan bahwa selama ini pihaknya memang tidak pernah merilis lokasi secara detail.
" Harap pengertiannya ya, bang, kebijakan pimpinan," kata Ujang menjelaskan.
Dikutip dari tribunpekanbaru.com, informasi tersebut memang tertutup dari pihak perusahaan.
"Informasinya memang tertutup, nggak ada yang berani ngambil foto dan video. Langsung ditangani kok, udah dapat satu ekor harimaunya," terang seorang seperti dikutip tribunpekanbaru.com, Rabu (19/3/2025).
Pria ini bercerita, pada Kamis (13/3/2025) sore tersebut korban bersama tiga orang temannya telah selesai bekerja di areal HTI TPK 16 Estate Pelalawan.
Korban ternyata sudah meninggal dunia dengan kondisi tragis. Sebagian tubuhnya telah dimangsa harimau dan sejumlah luka gigitan maupun cakaran. Korban dievakuasi satu hari setelah kejadian.***persadariau.com/abay_21
#bksda