Pekanbaru — Tidak semua gerakan besar lahir dari pidato panjang. Sebagian justru dimulai dari keputusan sunyi, kerja cepat, dan arah yang tegas. Itulah yang kini terjadi di Pekanbaru. Baru saja resmi memegang kendali sebagai Ketua DPD Partai Gerakan Rakyat Kota Pekanbaru, Ulul Azmi, SH, MH langsung mengubah jabatan menjadi perintah kerja.
Tanpa menunggu waktu beradaptasi, Ulul Azmi menekan tombol start. Mesin organisasi dinyalakan. Struktur dibenahi. Arah ditegaskan.
Terbitnya Surat Keputusan DPD Partai Gerakan Rakyat yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Syahrin Hamid menjadi tonggak awal. Bagi Azmi, SK itu bukan sekadar administrasi, melainkan mandat politik.
“Lampu hijau sudah menyala. Artinya, tidak ada alasan untuk berjalan pelan,” ujarnya tegas.
Langkah awal difokuskan pada penguatan fondasi legal dan struktural, sebagai syarat mutlak pendaftaran resmi ke Kementerian Hukum. Targetnya jelas: membentuk sedikitnya 50 persen kepengurusan DPC di seluruh kecamatan se-Kota Pekanbaru. Dalam hitungan hari, SK DPC se-Pekanbaru dijadwalkan tuntas dan diserahkan.
Namun Gerakan Rakyat tak berhenti pada sekat struktur. Politik yang dibangun bukan politik ruang rapat, melainkan politik yang hidup di tengah masyarakat. Karena itu, konsolidasi langsung diarahkan hingga ke tingkat kelurahan, bersamaan dengan pembukaan rekrutmen kader, pengurus, anggota, dan simpatisan secara terbuka.
Pintu masuknya satu: partisipasi rakyat.
Pendaftaran resmi dapat diakses melalui: https://daftar.gerakanrakyat.org
Langkah ini menandai karakter Gerakan Rakyat terbuka, sistematis, dan berbasis keterlibatan publik.
Tak kalah penting, kantor DPD Partai Gerakan Rakyat Kota Pekanbaru dipastikan segera beroperasi. Kantor ini akan menjadi pusat konsolidasi, dapur strategi, sekaligus ruang temu rakyat dengan politik.
Di tingkat provinsi, mesin yang sama juga telah dihidupkan. DPW Partai Gerakan Rakyat Provinsi Riau resmi terbentuk, dengan Drs. Wan Abubakar, M.Si, mantan Gubernur Riau, didapuk sebagai ketua. Penunjukan ini, menurut Azmi, dilakukan atas permintaan langsung Anies Baswedan sebuah sinyal bahwa Riau ditempatkan sebagai wilayah strategis dalam peta besar Gerakan Rakyat.
Dengan struktur yang kini berdiri dari pusat hingga daerah, Gerakan Rakyat menegaskan diri bukan sebagai partai penggembira, bukan pula proyek sesaat. Ini adalah gerakan politik yang disiapkan dengan kesadaran sejarah, disiplin organisasi, dan keberanian untuk bertumbuh dari bawah.
Pekanbaru hanyalah permulaan.
Dan ketika mesin sudah menyala, sejarah biasanya tak menunggu lama untuk bergerak.***MDn
#riau #Pekanbaru #Anis Baswedan #PGR #Partai Gerakan Rakyat