Mahasiswa Riau Bergerak! FORDISMARI Kepung Kampar, Usut Dugaan Korupsi Proyek Dermaga

Mahasiswa Riau Bergerak! FORDISMARI Kepung Kampar, Usut Dugaan Korupsi Proyek Dermaga

HARIAN SULUH COM - Kampar, Gelombang aksi mahasiswa kembali mengguncang Kabupaten Kampar. Forum Diskusi Mahasiswa Riau (FORDISMARI) yang dipimpin oleh Rahmad Hidayat akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran pada Selasa, 11 Maret 2025. Mereka menuntut kejelasan atas dugaan korupsi dalam proyek pembangunan dermaga dan rakit di Desa Parit Baru, Kecamatan Tambang.

Proyek yang dikerjakan oleh CV Bumi Riau Adil ini memiliki nilai kontrak fantastis, yakni Rp1.346.982.900 yang bersumber dari APBD Kampar melalui Dinas Perhubungan pada tahun anggaran 2024. Namun, alih-alih memberikan manfaat bagi masyarakat, proyek ini justru diduga kuat sarat dengan penyimpangan.

Rahmad Hidayat, selaku Ketua FORDISMARI, menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk perlawanan mahasiswa terhadap segala bentuk penyalahgunaan uang rakyat.

"Kami tidak akan tinggal diam ketika ada dugaan korupsi yang merugikan masyarakat. Anggaran sebesar itu harusnya digunakan dengan transparan dan memberikan manfaat nyata, bukan malah menjadi bancakan oknum-oknum tak bertanggung jawab," tegas Rahmad.

Aksi Kepung Tiga Titik Strategis

Massa aksi FORDISMARI akan bergerak di tiga titik strategis, yakni:

1. Kantor Bupati Kampar – untuk menuntut sikap tegas dari kepala daerah terkait proyek yang dinilai bermasalah ini.

2. Kantor Dinas Perhubungan Kampar – sebagai pihak yang mengelola anggaran dan bertanggung jawab atas proyek tersebut.

3. Kejaksaan Negeri Kampar – mendesak aparat penegak hukum agar segera turun tangan dan mengusut dugaan korupsi ini hingga tuntas.

Tuntutan Mahasiswa: Transparansi dan Penegakan Hukum

FORDISMARI mengajukan beberapa tuntutan dalam aksi ini, di antaranya:

Audit transparan terhadap proyek pembangunan dermaga dan rakit di Desa Parit Baru.

Mengusut pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan penyimpangan anggaran.

Meminta Kejari Kampar untuk segera melakukan penyelidikan dan menindaklanjuti dugaan korupsi ini sesuai hukum yang berlaku.

Rahmad juga menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk keseriusan mahasiswa dalam mengawal penggunaan anggaran daerah.

"Kami ingin memastikan bahwa anggaran daerah benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat, bukan hanya menjadi lahan korupsi bagi segelintir orang. Jika tidak ada tindakan tegas, maka aksi lanjutan yang lebih besar akan kami lakukan," tambahnya.

Masyarakat pun menaruh harapan besar pada aksi ini. Jika dugaan korupsi benar adanya, maka penegakan hukum yang cepat dan tegas menjadi kunci agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Kini, semua mata tertuju pada Pemerintah Kabupaten Kampar dan aparat penegak hukum. Akankah ada langkah konkret untuk menindak dugaan penyimpangan ini? Ataukah kasus ini akan tenggelam seperti banyak kasus lainnya? FORDISMARI memastikan, mereka tidak akan berhenti sampai keadilan benar-benar ditegakkan.(Rilis) 

#Korupsi APBD Kampar